Langsung ke konten utama

Hal pertama move on

Af, hal apa yang pertama lo lakuin untuk move on?

Ngapus nomer dari kontak

Why?

Nggak why why ๐Ÿ˜…hehehe

Canda lo, njirr

Ya kalo menurut teori seorang gue, itu langkah pertama bahwa gue udah nerima perpisahan dan step berikutnya adalah move on. Yaaa gimana mau move on, kalo nomor masih disimpen. Apalagi masih disave dengan nama kesayangan saat masih bersama ((( Ciaaaeellahhh ))) .
Tiap kali liat, tiap kali inget, tiap kali itu juga kesiksa sama kenangan. So, untuk memutus jalur ke jalan  yang membawa diri mengingat jalan kenangan, yaudah diportal aja gitu trus tulis deh “jalan buntu, silahkan cari jalan kebahagian lain” *wadidawwwwwwww

Karena mencari jalan dan menjalani kebahagian lain adalah sebuah pilihan hidup dan membutuhkan komitmen serta keyaqqinaaann (bacanya pake qolqolah yahh). Apalagi keyaqiinann bukan perkara yaqiinn untuk diri sendiri tapi ada yang perluuu diyaaqiinin biar sama-sama  yaqqiinnn saat someone new in your life is coming.

Kebayang dong, misal saat gue memilih untuk memiliki kebahagian lain bersama orang yang udah yaqiiin. Sedangkan guenya sendiri ga yaqqqiinn karena belum move on *jeeengjeengg๐ŸŽธ

Cari perkaraaaaaaaaaa namanya woooyy ๐Ÿคฃ

Sampai sini apakah sudah ada yang berkomentar “teori mu tak semudah lambemu bicara” ๐Ÿ˜‚.
Plisss jangan bully akuh pliissss, kan topik ini bahasnya santuy aja sambil makan kacang rebus sama ngeteh atau kopi. Santuy aja santuy, yg serius itu biasanya ga mau pacaran lama-lama langsung ngerencanain nikah #eehhgimana?monmaap ๐Ÿ™ˆ๐Ÿคฃ

Lanjut gak nih?

Lanjut aja yee kan, lagi loncer banget ini jempol buat ngetik. 
Lalu, gue akan mendelete or unfriend social media yang terhubung. Jahat gak? Balik lagi ke individunya masing-masing. Kalau nyamannya kaya gitu dulu, kenapa ngga atau alih-alih mau tetep jaga silhaturahim..hmmm ๐Ÿคช. Ngga salah juga sih kalau alasannya itu, cuma beda cerita kalo udeh ada seseorang yang baru di hidup kita itu. Kaga usah cari perkara lah beneran ๐Ÿ™ƒwkwkwkwkwk

Hmmm gituu...
Percayalah, dua kata diatas berjuta makna apalagi ditambah “iya udah gapapa” *dduuaaaarrrrrrrrrrrrrrr๐Ÿงจ๐Ÿงจ๐Ÿงจ๐ŸงจBahwasanya penuh apa-apa didalamnya. 

Jadi demikian adanya hal yang bisa dilakuin. Siapa tau menginspirasi sobhaattt sobhaatt sekalian ๐Ÿ˜‚dan ada faedahnya. 

Salam santuyy ๐Ÿ™ˆ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadi "Anker" ?? ini yang perlu diperhatiin..

Kereta Rel Listrik atau lebih dikenal Commuterline adalah salah satu moda transportasi massa yang ada di Jakarta untuk menghubungkan kota-kota disekitarnya seperti Tangerang,Bekasi, Depok dan Bogor. Menurut informasi yang didapat melalui www.krl.co.id bahwa pada bulan Mei 2017 yang lalu pengguna jasa ini per hari tembus 1 Juta penumpang. Bisa kita bayangkan betapa antusias warga untuk menggunakan moda transportasi ini  sebagai salah satu alternatif untuk menghindari macet. Memiliki 6 line rute dimana terdapat 6 stasiun transit yang menghubungkan stasiun yang ada sudah pasti memudahkan para penumpang yang sebagian besar adalah pekerja yang bekerja di Jakarta. Selain menghindari macet, biaya yang dikeluarkan pun lebih murah. Namun, sering kali kita mendengar berita di media elektronik maupun cetak bahwa tingkat kenyamanan saat di di dalam KRL masih belum memuaskan.  (Source  www.krl.co.id ) Berharap dapat duduk manis di kereta sepulang kerja untuk saat ini kayany...